Helmalia's Blog
Kamis, 03 Juni 2021
MATERI PEMBELAJARAN STATISTIKA
PEMBAHASAN
Sebelum
lebih jauh mempelajari bab ini, kita perlu sekali mengenal beberapa istilah
yang akan sangat membantu dalam memahami bab statistika ini secara utuh.
1.
Pengertian Statistika dan Statistik
Statistika adalah ilmu yang merupakan cabang matematika
terapan yang membahas metode – metode ilmiah tentang tata cara mengumpulakan
dan mengelompokkan data, menyusun dan menyajikan data, sampai pada mengambil
kesimpulan yang sahih sehingga keputusan yang diambil dapat diterima. Dari
uraian diatas, secara umum statistika dibagi dua macam.
a. Statistika
Deskriptif yang meliputi kegiatan mengumpulkan dan mengelompokkan data, serta
menyusun dan menyajikan data kedalam bentuk yang mudah dimengerti dan dipahami.
b. Statistika
Inferensia yang meliputi kegiatan menyimpulka dan meramalkan kondisi dari data
yang diperoleh.
c. Nilai – nilai ukuran data yang didapatkan dari perhitungan seperti rataan, median, modus, kuartil, jangkauan, dan lain – lain merupakan nilai statistic. Pada pembahasan ini kita hanya akan mempelajari statistika deskriptif.
2. Pengertian
Populasi dan Sampel
Misalnya
seorang bagian Quality Control suatu pabrik sepatu ingin mengetahui
berapa persen produknya yang mengalami cacat produksi. Untuk itu, ia tidak
mungkin mengamati keseluruhan sepatu yang diproduksi panrik itu. Akan tetapi,
ia akan memilih beberapa sepatu untuk diteliti.
Beberapa sepatu yang dipilih untuk diteliti disebut sample,
sedangkan keseluruhan sepatu yang diproduksi pabrik tersebut disebut populasi.
Pada saat pengambilan sample, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar
sample tersebut memberikan gambaran dari populasi.
a. Ukuran sample. Jika sample terlalu sedikit, maka
ada kemungkinan sample tidak mempresentasikan populasi secara benar. Sample
juga jangan terlalu besar, Karen sample yang besar akan memerlukan waktu,
tenaga, dan biaya yang besar pula.
b. Metode pengambilan sample. Perlu diingat bahwa pengambilan sample dilakukan secara acak (radom). Artinya tiap objek dalam populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai sample.
3. Pengertian
Datum dan Data
Misalnya kita melakukan pengamatan terhadap hasil ulangan
matematika 10 orang siswa. Hasilnya sebagai berikut:
6 8 6 5 7 6 5 9 10 10
Angka – angka 6, 8, 6, …, 10 masing – masing disebut Datum. Keseluruhan angka – angka tersebut disebut Data. Jadi, datum merupakan informasi yang di dapat dari pengamatan terhadap objek. Datum dapat berupa angka atau lambang. Data adalah kumpulan dari datum – datum secara keseluruhan.
4. Jenis-Jenis
Data
Berdasarkan
jenisnya, data dikelompokkan menjadi dua macam.
a. Data
Kuantitatif
Data
kuantitatif adalah data yang menunjukkan ukuran objek yang diamati. Karena
berupa ukuran, maka data kuantitatif disajikan dalam bentuk angka atau
bilangan. Data kuantitatif dibagi dua macam.
1) Data
Diskrit, yaitu data yang diperoleh dengan cara menghitung banyak objek yang
diamati. Misalnya data tentang banyaknya anak SMA kelas XII yang tidak lulus
UNBK.
2) Data
Kontinu, yaitu data yang diperoleh dengan cara mengukur objek yang diamati.
Misalnya data tentang tinggi badan anak SMA kelas XII IPS.
b.
Data Kualitatif
Data
kualitatif adalah data yang menunjukkan keadaan fisik suatu objek yang diamati.
Data kuantitatif dibagi menjadi dua macam.
1) Data
Nominal, yaitu data yang memerlukan subbagian untuk melengkapi deskripsi data.
Contoh: warna kulit: coklat, kuning langsat, dan hitam,
2) Data Ordinal, yaitu data yang memerlukan pemeringkatan untuk mendiskripsikan data. Contoh: kecepatan siswa dalam mengerjakan soal: cepat, sedang, dan lambat.
1.
Penyajian
Data
a.
Tabel
Distribusi Frekuensi
Untuk data yang berukuran besar maka lebih mudah jika kita
sajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.Jika ada data kuantitatif
dibuat menjadi beberapa kelompok maka akan diperoleh daftar distribusi
frekuensi. Distribusi frekuensi adalah penyusunan suatu data mulai dari
terkecil sampai dengan terbesar yang membagi banyaknya data dalam beberapa
kelas1.
Tabel frekuensi adalah tabel yang menunjukkan atau memuat
banyaknya kejadian atau frekuensi dari suatu kejadian. Tabel distribusi
frekuensi adalah statistika untuk menyusun data dengan cara membagi nilai
observasi ke dalam kelas-kelas dengan interval tertentu.
Langkah-langkah menyusun tabel frekuensi, adalah sebagai
berikut :
a. Tentukan
daerah jangkauan (Range)=R
R= datum terbesar-datum terkecil (Xmax – Xmin)
b. Tentukan
banyaknya kelas/kelompok
K= 1 + 3,3 log n
c. Tentukan
interval kelas
I= R/k
d.
Tentukan batas kelas, yaitu batas atas dan batas
bawah kelas
e.
Tentukan tepi kelas
Tepi atas kelas = batas atas kelas + 0.5
Tepi bawah kelas = batas bawah kelas – 0.5
b.
Frekuensi
Kumulatif
Distribusi frekuensi kumulatif adalah sebuah
distribusi yang menyatakan frekuensi total yang ada di bawah batas bawah atau
frekuensi total yang ada di atas batas bawah suatu kelas.
Distribusi kumulatif yang ada di bawah batas bawah disebut
frekuensi kumulatif kurang dari dan yang ada di atas atau sama dengan batas
bawah disebut frekuensi kumulatif lebih dari atau sama dengan.
c.
Frekuensi
Relatif
Frekuensi relatif adalah perbandingan antara frekuensi
masing-masing kelas dengan jumlah frekuensi seluruhnya yang dinyatakan dalam
persen(%)
F relatif = F ke/n
x100%
2. Grafik
Grafik adalah lukisan pasang surutnya suatu keadaan
dengan garis atau gambar (tentang turun naiknya suatu statistik)2. Beberapa
bentuk grafik yang umunya kita kenal adalah histogram, poligon frekuensi, dan
ogive.
a.
Histogram
Histogram
merupakan diagram frekuensi bertangga yang bentuknya batang-batang berimpit.
Untuk buat histogram yang diperhatikan adalah tepi kelas.
Contoh tampilan histogram.
b.
Poligon
Poligon frekuensi ialah grafik garis yang menghubungkan nilai tengah tiap sisi atas yang berdekatan dengan nilai tengah jarak frekuensi mutlak masing-masing. Dari histogram jika titik-titik tengah pada batang dihubungkan dengan garis maka garis tersebut disebut poligon.
c.
Ogive
Jika
garis diagram poligon frekuensi kumulatif dijadikan kurva mulus maka kurva
tersebut disebut ogif. Ada 2 macam ogif yaitu :
·
Ogif positif, yang diperoleh dari
poligon frekuensi kumulatif kurang dari.
·
Ogif negatif, yang diperoleh dari
poligon frekuensi
kumulatif lebih dari.
Frekuensi
kumulatif kurang dari (fkk) dari menyatakan jumlah frekuensi semua nilai data
yang kurang dari atau sama dengan nilai pada tiap kelas. Frekuensi kumulatif
lebih dari (fkl) menyatakan jumlah frekuensi semua nilai data yang lebih dari
atau sama dengan nilai tiap kelas. Ogive ialah distribusi frekuensi kumulatif
yang menggambarkan diagramnya dalam sumbu tegak dan mendatar atau eksponensial.
3.
Diagram
Diagram ialah gambaran untuk memperlihatkan atau
menerangkan sesuatu data yang akan disajikan.
a.
Diagram
Batang
Diagram
batang digunakan untuk menyajikan data yang bersifat kategori atau data
distribusi. Diagaram batang umumnya digunakan untuk menggambarkan perkembangan
nilai suatu objek penelitian dalam kurun waktu tertentu. Diagram batang
digunakan untuk menyajikan data diskrit. Contoh
Penerimaan
Siswa Baru di SMK Guna Jaya
b.
Diagram
Garis
Diagram
garis digunakan untuk menggambarkan keadaan yang serba terus menerus. Diagram
garis biasanya dipakai untuk menggambarkan suatu data yang berkelanjutan dalam
suatu kurun waktu tertentu. Misalnya data tentang produksi dari tahun ke tahun,
nilai ekspor suatu jenis barang dari tahun ke tahun dan sebagainya.
c.
Diagram
Piktogram/Lambang
Diagram
lambang adalah penyajian data statistik dalam bentuk gambar-gambar dengan
ukuran tertentu untuk menunjukkan nilai masing-masing data.
Contoh:
d.
Diagram
Lingkaran/pastel/pie
Diagram
lingkaran dan Pastel/pie adalah untuk penyajian data yang berbentuk kategori
dinyatakan dalam persentase. Diagram lingkaran digunakan untuk menyajikan data
yang menunjukkan perbandingan. Diagram lingkaran dibagi dalam juring-juring
lingkaran besar sudut juring lingkaran sebanding dengan nilai data yang
disajikan.
4.
Ukuran
Pemusatan Data
a.
Rataan Hitung (mean)
Rataan hitung atau mean dari suatu data didefinisikan sebagai
jumlah semua nilai datum dibagi dengan banyaknya datum yang diamati.
Rataan
hitung (mean) = jumlah semua nilai datum/banyaknya datum yang diamati
Misalnya diberikan data x1, x2, x3, … , xn maka rataan hitung data tersebut dapat dinyatakan sebagai:
Dengan
(baca: x bar) menyatakan satuan hitung yang
bisa disebut dengan rataan atau mean.
b.
Median/nilai
tengah
Median (Me) dari sekumpulan data (bilangan) adalah bilangan yang
terletak ditengah – tengah setelah sekumpulan data (bilangan) tersebut
diurutkan.
1)
Median Data Tunggal
Median dari
data tunggal ditentukan sebagai berikut:
·
Untuk banyak data n = genap,
maka mediannya adalah nilai datum ke
atau dapat ditulis:
ME = ![]()
·
Untuk banyak data n = ganjil, maka mediannya adalah rataan dari nilai
datum ke
dan
nilai datum ke
atau
dapat ditulis:
ME = ![]()
2)
Median Data Berkelompok
Untuk menghitung median dari data yang telah dikelompokkan
dipergunakan rumus :

Keterangan
:
L = Tepi
bawah kelas yang memuat median.
P = Panjang
interval kelas
fk = jumlah
frekuensi sebelum kelas median
f =
frekuensi kelas median
n = banyaknya datum
c.
Modus
Modus adalah nilai data yang paling sering muncul atau nilai data
yang frekuensinya paling besar.
Data yang belum dikelompokkan bisa memiliki satu modus, dua modus,
atau mungkin tidak mempunyai modus. Data yang memiliki satu modus disebut monomodus,
sedangkan data yang memiliki dua modus disebut bimodus. Penyusunan
data menurut urutannya memang menolong sekali dalam menentukan modus.
a) Modus
dari Data Tunggal
Data
: 5, 5 , 6, 6, 6, 7, 8. Mempunyai modus 6.
Data
: 2, 2, 3, 3, 3, 3, 6, 6, 6, 6, 7. Mempunyai modus 3 dan 6.
Data
: 2, 3, 4, 5, 6, 7. Tidak mempunyai modus.
Data
: 3, 3, 5, 5, 6, 6, 7, 7. Juga tidak mempunyai modus.
b)
Modus dari Data Berkelompok
Untuk menghitung modus
dari data yang telah dikelompokkan dipergunakan rumus sebagai berikut:
![]()
Keterangan :
Mo = Modus
L = tepi bawah kelas modus
p = panjang kelas
d1 = frekuensi kelas modus dikurangi
frekuensi kelas sebelumnya.
d2 = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas
berikutnya.
5.
Ukuran
Letak
Ukuran letak meliputi kuartil (Q), desil (D), dan Persentil
(P).
a.
Kuartil (Q)

Kuartil
adalah membagi data menjadi empat bagian yang sama banyak.
1)
Kuartil Data Tunggal
![]()
Dimana:
Qi
= kuartil ke i
n
= banyak data
2)
Kuartil
Data Kelompok

Dimana:
Li = tepi bawah kelas
kuartil ke-i
(
= frekuensi kumulatif kelas sebelum kelas
kuartil
p = panjang kelas
f = frekuensi kelas
kuartil
b.
Desil
dan Persentil
Desil adalah
membagi data menjadi sepuluh bagian sama besar, sedangkan persentil adalah
membagi data menjadi seratus bagian yang sama.
Desil dan
Presentil Data Tunggal
Desil
Letak Di di urutan data ke ![]()
Dimana:
Di = desil ke i
i = 1, 2, 3, .......,9
n = banyaknya data
Persentil
Letak Pi di urutan data ke ![]()
Dimana:
Di = desil ke i
i = 1, 2, 3, .......,99
n = banyaknya data
6.
Ukuran Penyebaran
Ukuran penyebaran menggambarkan penyebaran data
tersebut dan dapat dikaitkan dengan simpangan (lebar data) dari suatu nilai
tertentu. Contoh: jangkauan, hamparan, simpangan, kuartil, dan simpangan rata –
rata.
a.
Jangkauan
(J)
Jangkauan
adalah selisih antara data terbesar dengan data terkecil. Jangkauan terdiri
menjadi:
·
Jangkauan Data Tunggal:
J = Xmaks – Xmin
·
Jangkauan Data Kelompok:
J = nilai tengah kelas tertinggi – nilai tengah kelas terendah
b.
Hamparan
Hamparan adalah selisih antara kuartil atas dengan kuartil
bawah. Hamparan terdiri dari:
·
Hamparan Data Tunggal dan Kelompok:
R = Q2 – Q1
Dimana:
Q2 = kuartil atas
Q1 = kuartil bawah
c.
Simpangan
Kuartil (Qd)
Simpangan kuartil
adalah simpangan antar kuartil, terdiri dari:
·
Simpangan antar Kuartil untuk Data
Tunggal dan Kelompok
Qd = (Q3 – Q1)
d.
Simpangan
Rata-Rata
Simpangan
rata – rata adalah simpangan terhadap rata – rata, terdiri dari:
·
Simpangan Rata – Rata Data Tunggal
![]()
Dimana:
SR = simpangan rata-rata
n = ukuran data
= data ke i
x bar = rataan hitung
·
Simpangan Rata-Rata Data Kelompok
![]()
e.
Simpangan
Baku
Simpangan
baku adalah akar dari jumlah kuadrat deviasi dibagi banyaknya data. Simpangan
baku terdiri dari:
·
Simpangan Baku Data Tunggal

Dimana:
n = banyaknya data
·
Simpangan Baku Data Kelompok

f.
Ragam/Variasi
·
Ragam Data Tunggal
![]()
n = banyaknya data
·
Ragam Data Kelompok
![]()
n = banyaknya data
KUIS-KUIS STATISTIKA
Memuat…
Materi Pembelajaran Statistika
-
Memuat…






